ANALISIS USAHA ONDE-ONDE KERING UBI UNGU KETAWA rnDI KELURAHAN KLATAK KECAMATAN KALIPURO rnKABUPATEN BANYUWAGIrnrnABSTRAKrnrnAULINE ROSI PETRISIA, Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember, 20 Februari 2014, Analisis Usaha Onde-onde Kering Ubi Ungu Ketawa Di Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Dosen Pembimbing Utama : Dr. Tanti Kustiari, S.sos, M.Si dan Dosen pembimbing Anggota : Guntur Pribadi, SE, MMrnrnIndonesia merupakan negara agraris, banyak bahan pangan lokal yang dihasilkan seperti ubi jalar ungu atau ketela rambat (Ipomea batatas) yang merupakan hasil pertanian yang memiliki prospek cerah pada masa yang akan datang, karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan juga dapat diproyeksikan sebagai bahan industri. Tanaman ini mampu tumbuh di daerah kurang subur atau kering. Pada dasarnya ubi jalar ungu sebagai bahan pangan lokal dapat ditemukan di Daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, dan Sumatera.rnOnde-onde merupakan jajanan pasar khas indonesia yang pada umumnya hanya berbentuk bulat, mudah basi, dan berisi pasta kacang hijau, keju, dan selai. Jenis makanan ini banyak disukai masyarakat, tetapi sekarang ada inovasi baru yaitu Onde-onde Kering Ubi Ungu Ketawa yang lebih menarik karena bentuknya bulat merekah seperti orang ketawa, memiliki rasa yang manis, gurih dan tahan lama tidak seperti onde-onde biasanya yang mudah basi tetapi onde-onde ini tidak memiliki isi, tergolong kue kering yang berwarna kecokelatanrnTugas akhir ini menggunakan 3 metode analisis usaha yaitu anaisis BEP (Break Event Point), R/C Ratio, dan ROI (Return On Invesment), usaha produksi jahe instan ini memperoleh nilai BEP unit sebesar 13 toples dari kapasitas produksi 20 bungkus dan nilai BEP rupiah sebesar Rp 6.552 dengan harga jual Rp 10.000, nilai R/C Ratio sebesar 1,53 dan nilai ROI sebesar 9 %. Usaha ini didirikan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mendapatkan keuntungan dan diperlukan suatu analisi susaha agar dapat diketahui apakah usaha tersebut dapat dilanjutkan atau tidak.rnrnKata Kunci :Ubi Jalar Ungu, Onde-onde Kering, Analisis UsaharnrnrnrnRINGKASANrnrnAULINE ROSI PETRISIA, Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember, 20 Februari 2014, Analisis Usaha Onde-onde Kering Ubi Ungu Ketawa Di Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Dosen Pembimbing Utama : Dr. Tanti Kustiari, S.sos, M.Si dan Dosen pembimbing Anggota : Guntur Pribadi, SE, MMrnrnOnde-onde merupakan jajanan pasar khas indonesia yang pada umumnya hanya berbentuk bulat, mudah basi, dan berisi pasta kacang hijau, keju, dan selai. Jenis makanan ini banyak disukai masyarakat, tetapi sekarang ada inovasi baru yaitu Onde-onde Kering Ubi Ungu Ketawa yang lebih menarik karena bentuknya bulat merekah seperti orang ketawa, memiliki rasa yang manis, gurih dan tahan lama tidak seperti onde-onde biasanya yang mudah basi tetapi onde-onde ini tidak memiliki isi, tergolong kue kering yang berwarna kecokelatan.rnrn.Produksi Onde-onde Kering Ubi Ungu Ketawa ini dianggap layak untuk diproduksi karena memiliki spesifikasi yang berbeda dari onde-onde yang biasanya ada dipasaran. Onde-onde ini mengandung gizi yang cukup tinggi, dapat mencegah timbulnya penyakit karena berasal dari bahan baku alami tanpa pengawet dan mudah dicari dengan harga yang relatif murah. Onde-onde Kering Ubi Ungu Ketawa ini sangat aman dikonsumsi untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.rnrnTugas akhir ini menggunakan 3 metode analisis usaha yaitu anaisis BEP (Break Event Point), R/C Ratio, dan ROI (Return On Invesment), usaha produksi jahe instan ini memperoleh nilai BEP unit sebesar 13 toples dari kapasitas produksi 20 bungkus dan nilai BEP rupiah sebesar Rp 6.552 dengan harga jual Rp 10.000, nilai R/C Ratio sebesar 1,53 dan nilai ROI sebesar 9 %. Usaha ini didirikan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mendapatkan keuntungan dan diperlukan suatu analisi susaha agar dapat diketahui apakah usaha tersebut dapat dilanjutkan atau tidak.rnrn