<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20632">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PEMANFAATAN KARDUS SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM PADA PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ika Meifiana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[PROGRAM STUDI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN

Pemanfaatan Kardus sebagai Campuran Media Tanam pada Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus), Ika Meifiana, NIM A31151853, Tahun 2018, 55 hlm, Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Dr. Ir. Kasutjianingati, M.Si (Pembimbing).
Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur yang banyak tumbuh pada media kayu. Jamur sangat disukai oleh masyarakat karena mempunyai kalori yang rendah dibandingkan daging, tetapi kaya akan protein dan karbohidrat. Produksi jamur pada daerah perkotaan seperti di  DKI Jakarta mengalami penurunan, pada tahun 2015 produksi jamur sebanyak 2.845 kg/ha, sedangkan pada tahun 2016 produksinya menjadi tidak ada sama sekali. Hal ini disebabkan karena sulitnya mendapatkan serbuk gergaji terutama pada daerah perkotaan. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mencari substrat alternatif yang memiliki kandungan mirip serbuk gergaji dan mudah diperoleh terutama pada lingkungan perkotaan. Salah satu limbah yang belum banyak dimanfaatkan di bidang pertanian adalah kardus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kardus sebagai campuran media tanam guna meningkatkan produksi jamur tiram putih. Penelitian dilaksanakan pada 30 Januari 2018 hingga 25 Mei 2018 di Kumbung Jamur, Politeknik Negeri Jember dengan ketinggian tempat ± 89 m di atas permukaan laut dan suhu rata-rata 23ºC - 32ºC. Metode penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 perlakuan yaitu P0 (0% kardus + 100% serbuk gergaji), P1 (25% kardus + 75% serbuk gergaji), P2 (50% kardus + 50% serbuk gergaji), P3 (75% kardus + 25% serbuk gergaji) dan masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Pada setiap satuan unit ulangan terdiri dari 15 baglog, jadi jumlah keseluruhan baglog yang dibuat adalah 360 baglog jamur tiram putih. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan panjang miselium, awal muncul pin head, rerata panjang tangkai, rerata diameter tudung, rerata jumlah tudung, berat basah jamur per baglog dan berat total produksi jamur per perlakuan. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, apabila terdapat perbedaan 
yang nyata akan dilanjutkan menggunakan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5% dan apabila terdapat perbedaan yang sangat nyata akan dilanjutkan dengan menggunakan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 1%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kardus sebagai campuran media tanam terhadap parameter pertumbuhan panjang miselium 13 HSI, 16 HSI, dan rerata diameter tudung jamur persampel tidak berbeda nyata. Parameter pertumbuhan panjang miselium 7 HSI dan rerata panjang tudung jamur persampel menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan hasi berbeda sangat nyata pada parameter pertumbuhan panjang miselium 10 HSI, 19 HSI, 22 HSI, 25 HSI, 28 HSI, 31 HSI, awal muncul pin head jamur, rerata jumlah tudung jamur persampel, rerata berat basah per baglog, dan berat total produksi jamur per perlakuan.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20181003]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[E-Library POLIJE Sistem Elektronik Tesis Dan Disertasi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[PTH-TA-2018-030]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[perpuspolije]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[PTH-TA-2018-030]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5111" url="" path="/A31151853_TUGAS AKHIR.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PEMANFAATAN KARDUS SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM PADA PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[A31151853_COVER.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20632]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2018-10-08 10:35:27]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-05-09 13:58:38]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>