PROSES PENGERINGAN PADA TEH HITAM SISTEM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING)diPT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN WONOSARI, MALANG
DEANITA UTAMI - Personal Name (Pengarang)
Text
English
2018
: PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN
RINGKASAN
Proses Pengeringan Pada Teh Hitam Sistem CTC(Crushing, Tearing, Curling) diPt. Perkebunan Nusantara XII Kebun Wonosari, Malang. Deanita Utami, NIM B31151318, Tahun 2015,Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Ir. Didiek Hermanuadi, MT (Koordinator PKL), Ir. Siti Djamila.M,Si (Pembimbing).
Kegiatan Praktek Kerja Lapang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai kegiatan perusahaan/industri untuk mempelajari hubungan antara teori dengan proses kerja yang ada di industri. Mempelajari proses pengolahan teh hitam CTC khususnya pada proses pengeringan Pada Teh Hitam CTC.
Praktek Kerja Lapang dilaksanakan selama 2 bulan mulai 12 Februari– 12 April 2018 di PTPN XII Kebuh Teh Wonosari - Malang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapang adalah metode observasi, wawancara, penerapan kerja dengan mengikuti seluruh aktivitas yang ada di PTPN XII Kebuh Teh Wonosari - Malang, dan metode studi pustaka.
Proses pengeringan teh hitam di PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Wonosari Malang meliputi sebagai berikut antara lain proses pengecekan mesin, penghidupan beberapa komponen mesin sebelum proses pengeringan, proses pengeringan dan mematikan mesin setelah proses pengeringan berakhir.
Proses pengeringan teh bertujuan untuk menurunkan kadar air hingga mencapai 3-4% agar bubuk teh dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pengeringan menggunakan mesin vibro fluid bed drye (VFBD) dan tungku pemanas /Heater. Adapun bagian-bagian mesin vibro fluid bed dryer antara lain Trays, Engkol aksentrik, Thermometer inlet outlet, Spreade, Cyclone, Dustractor, Cold air blower dan Conveyor. Kapasitas mesin pengering vibro fluid bed dryer sekitar 300 kg/jam dan kapasitas tungku pemanas sekitar 5 kubik kayu/ton teh kering
Proses pengeringan teh berlangsung pada saat setelah proses oksidasi enzimatis dengan kadar air sekitar 68-70 % masuk melalui conveyor dengan pengaturan ketebalan bubuk (speader), berjalan masuk kehoper dan masuk keruang pengering dengan suhu inlet 110-130°C, proses pengeringan teh berlangsung selama 18-20 menit lalu keluar dan suhu outlet 80-95°C.
Detail Information
| Bagian |
Informasi |
| Pernyataan Tanggungjawab |
DEANITA UTAMI |
| Pengarang |
DEANITA UTAMI - Personal Name (Pengarang) |
| Edisi |
Publish |
| No. Panggil |
|
| Subyek |
|
| Klasifikasi |
|
| Judul Seri |
|
| GMD |
Text |
| Bahasa |
English |
| Penerbit |
PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN |
| Tahun Terbit |
2018 |
| Tempat Terbit |
|
| Deskripsi Fisik |
20cm |
| Info Detil Spesifik |
|
Citation
DEANITA UTAMI. (2018).
PROSES PENGERINGAN PADA TEH HITAM SISTEM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING)diPT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN WONOSARI, MALANG(Publish).:PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN
DEANITA UTAMI.
PROSES PENGERINGAN PADA TEH HITAM SISTEM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING)diPT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN WONOSARI, MALANG(Publish).:PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN,2018.Text
DEANITA UTAMI.
PROSES PENGERINGAN PADA TEH HITAM SISTEM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING)diPT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN WONOSARI, MALANG(Publish).:PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN,2018.Text
DEANITA UTAMI.
PROSES PENGERINGAN PADA TEH HITAM SISTEM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING)diPT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN WONOSARI, MALANG(Publish).:PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN,2018.Text