<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21460">
<titleInfo>
<title><![CDATA[USAHA ENTOK DENGAN PENAMBAHAN AMPAS TAHU SEBANYAK 30 % DALAM RANSUM YANG DIBERIKAN DALAM BENTUK PELET]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M. NAHRUL FAUZI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[JURUSAN PETERNAKAN]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN

Usaha Entok Dengan Penambahan Ampas Tahu Sebanyak 30% Dalam Ransum Yang Diberikan Dalam Bentuk Pelet, M. Nahrul Fauzi, Nim C31151254, Tahun 2018, hlm, Produksi Ternak, Politeknik Negeri Jember, Nurkholis, S.Pt. MP (Dosen Pembimbing).
	Entok merupakan salah satu ternak unggas yang berperan penting untuk memenuhi kebutuhan daging.Entok juga dikenal sebagai unggas pengeram terbaik bahkan disaat entok mengeram, telur tersebut akan menetas 100%, dan saat telur tersebut menetas entok dapat mengasuh anaknya hingga besar dengan tingkat kematian 2-3%. Entok memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan bervariasi antara jantan dan betina, variasi tersebut disebabkan oleh pola pemeliharaan dan keragaman antar individu(Tungka dan Budiana, 2004). 
	Entok di Indonesia, terutama di wilayah Jawa Timur memiliki produktifitas yang kurang baik, hal tersebut disebabkan oleh cara pemeliharaan yang kurang baik, dimana entok pada umumya dipelihara dengan cara ekstensif dan diberi pakan seperti nasi sisa ataupun limbah sayuran yang didapat dari pasar (Dijaya, 2003). Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktifitas entok lokal yaitu, dengan cara pemeliharaan secara intensif, namun permasalahan yang muncul ialah biaya pakan yang mahal , perlu diketahui bahwa biaya pakan sangat besar yaitu sekitar 60%-70% dari biaya produksi, hal tersebut dapat diatasi dengan cara memanfaatkan limbah ampas tahu yang memiliki kandungan nutrien yang cukup tinggi dan memiliki harga yang sangat ekonomis.  
	Kegiatan ini bertujuan utuk mengetahui performa entok yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli sampai 05 September 2018 di kandang Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Pemeliharaan entok dilakukan dengan menggunakan pakan ransum yang mengandung ampas tahu sebanyak 30% yang diberikan dalam bentuk pelet dan menggunkan pakan komersil sebagai pembanding. 
	Proyek usaha mandiri (PUM) tersebut dilaksanakan selain utuk mengetahui performa entok juga untuk mengetahui tinngkat keuntungan dalam usaha entok, untuk mengetahui tingkat keuntungan dilakukan analisis usaha pada akhir pemeliharaan yang meliputi : total biaya, analisis laba rugi, analisis R/C ratio, analisi B/C ratio, analisis BEP harga, dan BEP produksi. 
	Hasil dari kegiatan proyek usaha mandiri (PUM) mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.347.000 pada pemeliharaan entok yang menggunakan pakan ransum mengandung ampas tahu sebanyak 30% yang diberikan dalam bentuk pelet adalah, sedangkan keuntungan usaha entok yang dipelihara menggunakan pakan komersil adalah Rp. 40.000, titik impas usaha entok menggunakan pakan ransum mengandung ampas tahu sebanyak 30% yang diberikan dalam bentuk pelet adalah 65 ekor dengan harga RP. 25.027, sedangkan titik impas usaha entok menggunakan pakan komersil adalah 94 ekor dengan harga Rp. 36.175. Hasil dari pemeliharaan entok menggunakan pakan ransum yang mengandung ampas tahu sebanyak 30% yang diberikan dalam bentuk pelet dapat meningkatkan performa entok, hal tersebut dibuktikan dengan PBB komulatif dari pemeliharaan entok menggunakan pakan ransum mengandung ampas tahu sebanyak 30% yang diberikan dalam bentuk pelet adalah 2.205 g/ekor, sedangkan pada pemeliharaan menggunakan pakan komersil adalah 2.335 g/ekor.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[PRODUKSI TERNAK]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20190219]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[E-Library POLIJE Sistem Elektronik Tesis Dan Disertasi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[TNK-TA-2018-006]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[perpuspolije]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[TNK-TA-2018-006]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5045" url="" path="/C31151254_TUGAS AKHIR.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[USAHA ENTOK DENGAN PENAMBAHAN AMPAS TAHU SEBANYAK 30 % DALAM RANSUM YANG DIBERIKAN DALAM BENTUK PELET]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[C31151254_COVER.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21460]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-02-19 11:48:58]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-05-08 14:12:13]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>