<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21603">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TEKNIK PRODUKSI BENIH TSS (True Shallot Seed) BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN LEMBANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Moh. Ali Rizal Almanfaluthy</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN


Teknik Produksi Benih TSS (True Shallot Seed) Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang. Moh. Ali rizal almanfaluthy, A41151799, Tahun 2019, Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Ir. Moch Bintoro, MP. (Dosen Pembimbing Utama ).

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang telah lama diunggulkan karena dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Komoditas ini mempunyai nilai ekonomis dan sumber pendapatan yang cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi suatu wilayah. Karena memberikan konstribusi yang cukup tinggi, maka tidak sedikit petani di seluruh Indonesia yang tergiur untuk melakukan usaha budidaya bawang merah. Meskipun usaha budidaya bawang merah cukup tinggi diminati oleh petani, namun dalam kondisi lapang masih ditemukan berbagai kendala dan masalah, baik itu yang bersifat teknis maupun ekonomis yang belum diketahui solusinya. (Sumarni dan Hidayat, 2005).
Balai Penelitian Tanaman Sayuran merupakan salah satu badan penelitian dan pengembangan pertanian yang berada dibawah koordinasi dan bertanggung jawab langsung kepada pusat penelitian dan pengembangan Hortikultura. Oleh karena itu, untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam teknik produksi benih TSS (True Shallot Seed) bawang merah yang akan digunakan sebagai bibit untuk bahan tanam dilain waktu, maka mahasiswa perlu melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang.
Dalam rangka meningkatkan produksi benih bawang merah yang bermutu dan berdaya saing tinggi untuk menghadapi persaingan pasar bebas, maka proses produksi benih bawang merah di tuntut untuk dilaksanakan sesuai prosedur agar dapat menghasilkan produk yang bermutu, aman konsumsi dan ramah lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik dan benar.
Dari kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilakukan di BALITSA (Balai Penelitian Sayuran) Lembang, mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan PKL fokus pada teknik produksi benih TSS (True Shallot Seed) Bawang Merah. Tahapan dalam teknik produksi benih TSS (True Shallot Seed) Bawang Merah di BALITSA dimulai dari persiapan dan pengolajan lahan, persiapan benih, penanaman, pemasangan naungan, pemeliharaan, rouging, pemanenan dan penanganan pasca panen. Pada kegiatan produksi benih TSS (True Shallot Seed), roguing sangat berperan untuk mendapatkan kemurnian benih yang sesuai dengan standar mutu benih.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[TEKNIK PRODUKSI BENIH]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20190226]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[E-Library POLIJE Sistem Elektronik Tesis Dan Disertasi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[TPB-PKL-2018-011]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[perpuspolije]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[TPB-PKL-2018-011]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2676" url="" path="/LAPORAN LENGKAP PKL.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[TEKNIK PRODUKSI BENIH TSS (True Shallot Seed) BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN LEMBANG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[0._COVER.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21603]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-02-26 10:11:49]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-02-26 10:11:49]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>